Hari 1 In House Training, Pembelajaran Jangan di Permukaan Saja

Hari 1 In House Training, Pembelajaran Jangan di Permukaan Saja

SDN Sepanjang 2 mengadakan pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Rabu (5/11). Diikuti oleh kepala sekolah dan seluruh guru, pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini mendatangkan narasumber Bapak Dr. Dwi Ilham Rahardjo, M.Pd. selaku Widyaprada BBPMP Jawa Timur.

Kepala SDN Sepanjang 2 Ibu Urifah, M.M.Pd. berharap pelatihan ini dapat memudahkan guru-guru menerapkan Pembelajaran Mendalam tanpa terbelenggu administrasi yang rumit. “Sederhana namun bisa dipraktikkan tanpa mengurangi penerapan Pembelajaran Mendalam,” tutur Ibu Urifah dalam sambutannya.

Bapak Ilham membuka materi dengan menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam bukan kurikulum melainkan pendekatan pembelajaran. Lebih lanjut, ia menjabarkan empat elemen dari pembelajaran yang masuk dalam program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini.

Pertama, delapan Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang terdiri dari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Kedua, prinsip pembelajaran mindful (berkesadaran), joyful (menggembirakan), dan meaningful (bermakna).

Ketiga, pengalaman belajar yang terdiri dari memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Ibarat danau atau laut, memahami merupakan bagian permukaan. Setelah memantapkan dengan teori, pembelajaran mestinya menyelam lebih dalam ke praktik.

Masalahnya, pembelajaran biasanya terhenti karena tidak diaplikasikan. Terhenti di permukaan. “Mindful, joyful, meaningful-nya tidak dapat karena tidak dipraktikkan,” kata Pak Ilham.

Lalu, bagaimana mengaplikasikannya? Lewat kokurikuler.

“Kokurikuler merupakan puncak dari pembelajaran intrakurikuler,” jelas Pak Ilham. Tujuan dari kokurikuler adalah mendukung tercapainya delapan DPL secara nyata melalui pengalaman belajar yang bermakna.

Kokurikuler berupa proyek yang menggabungkan berbagai mata pelajaran. Sejalan dengan masalah di kehidupan sehari-hari yang tidak bisa diatasi dengan satu mata pelajaran melainkan lintas mata pelajaran.

Misal, proyek penghijauan. Proyek ini memungkinkan murid mengukur luas lahan dan menghitung berapa lubang yang dibutuhkan untuk menanam dengan rumus Matematika. Ada materi IPAS tentang perkembangbiakan vegetatif dan generatif. Penulisan teks deskriptif dan prosedur dari Bahasa Indonesia pun bisa masuk di dalamnya.

Usai praktik, lanjut ke refleksi. Pada tahap ini, biasanya muncul ide-ide baru dari pengetahuan dan praktik yang telah dipahami.

Elemen keempat dari Pembelajaran Mendalam adalah kerangka pembelajaran. Ada empat komponen yang menyusun kerangka pembelajaran: praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital. Semua saling terhubung.

Sepanjang pelatihan, guru-guru dikelompokkan menjadi Fase A (Wali Kelas 1 dan 2), Fase B (Wali Kelas 3 dan 4), Fase C (Wali Kelas 5 dan 6), dan guru mata pelajaran (PAI dan PJOK). Bapak Ilham berbagi pengetahuan tentang bagaimana merancang pembelajaran, menyusun soal ujian hingga membuat penilaian berdasarkan Pembelajaran Mendalam. (BuFarah)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Digital Studentpreneur: Serunya ...
Digital Studentpreneur: Serunya Bercerita lewat Video dan Eboo...
Barakallah, Nikmatnya Berbagi Ta...
Barakallah, Nikmatnya Berbagi Takjil dan Buka Bersama Sifa (k...
Hari 1 Pondok Ramadhan, Semoga P...
Hari 1 Pondok Ramadhan, Semoga Puasa Kita Membawa Perubahan S...
Bincang Santai Pak Fendika Bersa...
Bincang Santai Pak Fendika Bersama PGRI Sidoarjo Bapak Fendik...
Bersih-bersih Musholla Jelang Ra...
Bersih-bersih Musholla Jelang Ramadhan Kepala SDN Sepanjang 2...
Go Green, Ayo Tanam Pohon Bersam...
Go Green, Ayo Tanam Pohon Bersama WIJABA! SDN Sepanjang 2 kem...

Hubungi kami di : (031) 7876581

Kirim email ke kamisdnspj2@gmail.com